" nama ustad " : " ust . ahmad sarwat , lc . , ma " 

" judul " : " lebaran sama rasulullah saw "

" isi " : " mohon izin saya mau tanya tentang bagaimana rasulullah saw jalan hari lebaran atau idul fithri ? apakah beliau juga takbir keliling kampung , silaturrahmi ke saudara dan tetangga , pulang mudik , bagi - bagi angpau , kirim - kirim parcel , saling maaf , ziarah ke kubur , lalu ada acara halal bi halal , bagaimana yang biasa kita laku ? " , " kalau nyata beliau tidak laku , lalu apakah yang lama ini kita kerja masuk bid ' ah yang larang , atau boleh laku karena tidak ada larang ? " , " mohon jelas dari ustadz , terima kasih . "

" jawaban1 " : " fri 23 june 2017 15 : 13  " , "  3 . 976 views  n " , " n " , " n " , " mohon izin saya mau tanya tentang bagaimana rasulullah saw jalan hari lebaran atau idul fithri ? apakah beliau juga takbir keliling kampung , silaturrahmi ke saudara dan tetangga , pulang mudik , bagi - bagi angpau , kirim - kirim parcel , saling maaf , ziarah ke kubur , lalu ada acara halal bi halal , bagaimana yang biasa kita laku ? " , " kalau nyata beliau tidak laku , lalu apakah yang lama ini kita kerja masuk bid ' ah yang larang , atau boleh laku karena tidak ada larang ? " , " mohon jelas dari ustadz , terima kasih . " , " n " , " benar kalau fakta , lebaran yang jalan cara khusus oleh rasulullah saw hanya tiga perkara saja , yaitu makan pagi , beri zakat makan dan shalat idul fithr plus khutbahnya . " , " lebih seperti yang anda sebut itu , tidak laku beliau saw cara khusus . beliau tidak cara khusus di hari raya idul fithri maaf - maaf , juga tidak silaturrahmi ke tetangga , saudara , orang tua atau mertua . " , " jadi kalau lebaran kita ini harus persis apa ada seperti lebaran rasulullah saw , sungguh lebaran yang buat kita jadi ' " , " ' . bayang , pulang shalat idul fithr kita tidak boleh laku apa - apa , alas karena beliau saw memang tidak perintah atau contoh cara khusus . wah , kok jadi gin ya ? " , " kita tidak temu hadits yang sebut beliau mudik ke mek , bagaimana juga tidak ada hadits yang sebut beliau kirim - kirim kartu ucap selamat lebaran , parcel , atau ada ada kumpul - kumpul dengan shahabat yang sebut dengan halal bi halal . " , " lalu kalau kita laku , padahal beliau saw tidak laku , apakah hukum jadi haram , bid ' ah dan larang ? " , " jawab tentu saja tidak haram , tidak bid ' ah dan juga tidak larang . bahkan kalang yang rajin menbid ' ah - bid ' ahkan orang lain , kalau sudah soal yang satu ini , mereka pun tuju tidak bid ' ah . " , " tenyata alas sederhana sekali , rupa dia sendiri pun tidak bisa tahan hasrat untuk pulang mudik juga . lho kata kalau tidak ada contoh dari nabi saw hukum haram ? kok malah kerja ? dia cuma bisa diam sambil bingung mau jawab apa . tumben . " , " tidak pernah kita temu hadits yang cerita misal , bahwa beliau saw tiap lebaran datang ke rumah abu bakar dan umar , mana dua adalah mertua . sebab puter abu bakar yaitu aisyah " , " adalah istri nabi . dan puter umar , yaitu hafshah juga istri nabi saw . " , " tetapi apa pernah riwayat bahwa beliau saw kalau lebaran datang ke rumah abu bakar untuk dar silaturrahmi dan cium tangan abu bakar bagai mertua ? apa pernah beliau saat lebaran datang ke rumah umar untuk sungkem kepada mertua ? jelas tidak pernah dan tidak ada hadits yang kita dapat cerita seperti itu . tidak usah hadits yang shahih , yang palsu pun tidak ada juga . " , " lalu bagaimana dengan yang kita laku ? " , " justru datang ke rumah orang tua atau mertua saat lebarang itu yang cara rutin kita laku . lebaran kok tidak datang ke rumah orang tua atau mertua ? pasti kita akan sebut ' anak durhaka ' atau ' menantu kualat ' dan sekian sebut lain . " , " tidak pernah kita temu hadits yang cerita bahwa beliau saw pulang mudik pada tiap idul fithr . demikian pula para shahabat muhajirin . padahal beliau saw dan para shahabat muhajirin punya kampung halaman cinta , yaitu mek al - mukarramah . dan masih banyak famili serta keluarga yang agama islam dan tinggal di mek . namun tidak ada cerita nabi saw macet - macet naik onta rombong pulang mudik ke mek tiap lebaran . " , " sementara yang kita laku justru balik . mudik bagi kita akan jadi buah tambah rukun islam yang enam . maksud olah - olah kalau tidak mudik , rasa seperti dosa besar dan ancam masuk neraka . maka semua umat islam sibuk mudik saat lebaran , semua ikut sibuk , presiden sibuk , para menteri sibuk , pak polisi juga sibuk , masuk kita yang tidak ikut pulang mudik juga ikut - ikut sibuk pantau arus mudik " , " acara lebaran kita ini selalu hias dengan ucap selamat dan saling bermafaan , dengan keluarga , orang tua , shahabat , teman , dan lain . yang jadi tanya adalah apakah ini perintah cara khusus oleh nabi saw ? atau ada contoh mana beliau saw laku tiap lebaran ? " , " jawab pasti tidak ada . bahkan hadits yang paslu sekalipun juga tidak ada yang cerita demikian . apa yang lama ini kita laku dengan saling bermafaan ini sungguh sama sekali tidak ada dasar masyru ' iyah atau contoh dari hidup beliau saw . " , " lalu apakah jadi larang , bid ' ah dan haram ? " , " tentu tidak juga . sebab cara umum yang nama maaf itu buat yang baik dan anjur untuk kita saling maaf . tetapi kalau cara khusus saat lebarang kita harus saling maaf , tentu tidak ada perintah . " , " dan yang pasti nabi saw tidak pernah ada acara yang kita sebut halal bi halal tiap lebaran . tidak ada satu pun hadits , walaupun yang palsu sekalipun , yang sebut bahwa para lebaran hari berapa beliau saw kumpul - kumpul dengan warga madinah untuk laksana acara halal bi halal . " , " bahkan istilah halal bi halal ini pun juga bukan bahasa arab . orang arab bahkan tidak kenal kosa kata ini . semua kamus bahasa arab juga tidak pernah cantum kata halal bi halal ini . " , " rupa istilah halal bi halal ini murni 100 istilah cipta bangsa indonesia . maka yang paling tahu arti cuma bangsa kita saja . inti , ya dar kumpul - kumpul pasca ramadhan , biasa selalu ada makan - makan . kadang ling dengan ceramah agama , kadang arisan keluarga dan terus . pokok mana yang enak saja . " , " lalu apakah halal bi halal ini jadi haram hukum gara - gara nabi saw tidak pernah kerja ? jawab tentu saja tidak . " , " lalu mengapa semua amal yang tidak nabi saw kerja itu jadi halal dan boleh kita kerja ? " , " jawab karena kita sejak awal tolak tegas untuk guna kaidah keliru dan ngasal yang bunyi bahwa apabila suatu amal tidak kerja oleh nabi saw , maka amal itu jadi haram , bid ' ah dan larang . " , " kaidah seperti itu benar tidak pernah ajar oleh nabi saw , juga tidak ajar oleh para shahabat , atau bahkan para ulama . " , " kaidah macam itu benar kaidah tidak ada dasar . arang lagi mimpi dan ngelindur , lalu cipta bid ' ah buruk yang pernah laku manusia . " , " dan pada gilir , orang yang arang - ngarang kaidah sesat itu akan jebak atau makan dengan kaidah yang dihayalkannya sendiri itu . awal ingin justifikasi orang salah , tetapi nyata diri sendiri yang kena dengan kaidah sendiri . ini nama senjata makan tuan . " , " bahwa rasulullah saw tidak laku suatu amal , tidak selalu jadi haram , bid ' ah dan larang . sebab terlalu banyak amal - amal yang rutin kita laku , sementara beliau saw malah tidak pernah laku . " , " dan balik , terlalu banyak amal yang kerja oleh nabi saw , nyata kita malah tidak pernah laku . lantas apakah kita jadi dosa yang wajib masuk neraka ? jawab tidak juga . " , " kita harus lihat dulu kasus per kasus dan cara cermat lihat dari sudut pandang yang adil , ilmiyah , komprehensif dan jalan dengan fatwa para ulama . "
